🌈 Pelajar Calon Pemimpin Masa Depan

Berikutini menyuguhkan beberapa potret Princess Leonor, calon Ratu Kerajaan Spanyol di masa depan. Simak yuk, Ma! 1. Saat ini Princess Leonor berusia 16 tahun. Ratu Letizia Beasiswaini dikhususkan bagi para pelajar jenjang SMA/SMK/MA sederajat dan dimulai pada 17-24 Juni 2022. Bagi Eri, anak-anak adalah calon pemimpin di masa depan. "Pemimpin saya yakin akan muncul dari arek-arek Suroboyo. Mereka akan jadi pemimpin di kemudian hari. Karena itu harus memiliki sifat jujur dan akhlakul karimah," ujar dia. SelamatDateng | Calon Pemimpin Masa Depan | Jujur itu Harus!! ;) Everything about me is yours . Jumat, 18 Oktober 2013. Ibu : Pemimpin Itu Harus Jujur. ibu saya dengan polosnya berkata "kalau jadi pemimpin itu yang jujur, nanti di akhirat dimintakan pertanggungjawabannya". Hal ini menginternalisasi pikiran saya bahwa pemimpin yang baik Anehnya salah seorang anggota panitia seleksi menyatakan calon tidak wajib melampirkan dokumen LHKPN. Padahal Pasal 29 huruf k Undang-Undang KPK dengan tegas menyebutkan bahwa untuk dapat diangkat sebagai pemimpin KPK, calon harus mengumumkan kekayaannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Rekam jejak para calon juga harus menjadi sorotan. Mahasiswaadalah Calon Pemimpin Masa Depan admin - IND Timur , Lapago , Topik Utama - 34 Views "Harapan kami, agar pelajar dan mahasiswa Ekadide di Jayapura dapat belajar dengan serius, memiliki visi yang jernih, tekad yang kokoh, memiliki pengetahuan, dan bisa menjalin hubungan komunikasi dengan orang lain. GCK ini juga dinilainya menjadi acara paling efektif untuk menyiapkan calon-calon pemimpin di masa yang akan datang. Mereka dibekali dengan seperangkat skill baik secara akademik atau teknik. Maupun kemampuan sebagai pemimpin dalam menemukan solusi problematika yang dihadapi masyarakat," ujar Anwar Sadad. Lebih60 Universiti Antarabangsa Bakal Bertemu Pemimpin-Pemimpin Masa Depan Malaysia Eza November 5, 2018 8:54 am November 5, 2018 KUALA LUMPUR, Malaysia , 2 November 2018 /PRNewswire/ — Permintaan antarabangsa terhadap siswazah MBA dan Ijazah Sarjana berpengkhususan terus meningkat, tatkala para pelajar melangkah ke dalam pasaran pekerjaan 2Kalian yang masih muda kemungkinan melihatnya dari sisi yang berbeda. Kalian mungkin memiliki problem untuk mengatasi perubahan emosi dan fisik masa muda. Di sekolah, kalian mungkin menghadapi tekanan yang kuat dari teman-teman sebaya. Kalian mungkin harus mengerahkan upaya yang gigih untuk menolak narkoba, alkohol, dan perbuatan amoral. Remajacalon pemimpin PMI masa depan. Tujuan pembinaan dan pengembangan PMI masa depan: (1) Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter. (2) Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya. (3). Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat. Formaladalah usaha mempersiapkan calon-calon pemimpin untuk masa depan secara terencana, teratur, dan sistematis dan terarah. Untuk itu proses kaderisasi mengikuti kurikulum yang telah di desain secara khusus yang harus dilaksanakan selama jangka waktu tertentu dan berisi bahan-bahan teoritis dan praktik tentang kepemimpinan dan bahan-bahan lain sebagai mendukung. Selainitu, yang menarik dari acara tersebut adalah pernyataan Mas Menteri bahwa guru penggerak adalah bibit calon-calon pemimpin pendidikan di masa depan. Masih menurutnya, guru penggerak merupakan agen-agen perubahan yang di masa depan akan menjadi calon-calon kepala sekolah, calon-calon pengawas, serta calon-calon pelatih program pelatihan guru. Sebagaicalon pemimpin masa depan, pelajar harus mempersiapkan dirinya dengan baik agar nantinya bisa membawa perubahan bagi Bangsa ini ke arah yang lebih baik ucapnya "Manfaatkanlah masa muda untuk terus belajar dan menambah ilmu pengetahuan guna menjadi bekal untuk masa depan kalian kelak" ucap Bupati Aceh Barat kepada para pelajar. UIdmhNE. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini di zaman ketika uang dipuja-puja sebagai Tuhan, banyak pemimpin yang terlahir dari proses instan. Masyarakat seakan terhipnotis dengan janji-janji dan ada pula yang menggunakan money politik pada saat pemilihan umum. Kesejahteraan masyarakat yang menjadi cita-cita utama perubahan hanya menjadi simbol jualan pasar menuju kekuasaan. Bangsa Indonesia tengah mengalami krisis kepemimpinan nasional, yakni pemimpin memiliki ketegasan, berani dan diinginkan rakyat. Pemimpin nasional saat ini sering absen dalam peristiwa-peristiwa yang sebenarnya penting untuk bersama rakyatnya, seperti halnya kasus kekerasan yang terjadi belakangan ini. Pemimpin negeri ini tidak pernah hadir dalam persoalan-persoalan yang dialami rakyat. Ini bisa dikatakan krisis kepemimpinan. Indonesia butuh seorang pemimpin yang dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik dan sulit, serta dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai kriteria pemimpin Indonesia di masa depan. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana makna Kepemimpinan? 2. Bagaimana kondisi kepemimpinan di Indonesia? 3. Bagaimana Kriteria Pemimpin masa depan? C. Tujuan 1. Mengetahui makna kepemimpinan. 2. Mengetahui kondisi kepemimpinan di Indonesia 3. Mengetahui kriteria pemimpin masa depan. BAB II PEMBAHASAN A. Makna Kepemimpinan Istilah kepemimpinan berasal dari kata “pimpin’ yang artinya bimbing atau tuntun. Kemudian berkembang menjadi kata “memimpin” yang artinya memimpin atau menuntun, serta kata “pemimpin” yang artinya orang yang berfungsi memimpin, atau orang yang membimbing atau menuntun. Adapun istilah “pemimpin” berasal dari kata asing leader dan “kepemimpinan dari kata leadership. Menurut Pamudji 19866, kepemimpinan berbeda dengan manajemen, perbedaan tersebut antara lain 1. Kepemimpinan itu nuansanya mengarah kepada kemampuan individu, yaotu kemampuan dari seseorang pemimpin, sedangkan manajemen mengarah kepada sistem dan mekanisme kerja. 2. Kepemimpinan merupakan kualitas hubungan atau interaksi antara si pemimpin dan pengikut dalam situasi tertentu, sedangkan manajemen merupakan fungsi status atau wewenang; jadi kepemimpinan menekankan kepada pengaruh terhadap pengikut sedangkan manajemen menekankan pada wewenang yang ada. 3. Kepemimpinan menggantungakn diri pada sumber-sumber yang ada dalam dirinya kemampuan dan kesanggupan untuk mencapai tujuan, sedangkan manajemen mempunyai kesempatan untuk mengerahkan dana dan daya yang ada di dalam organisasi untuk mencapai tujuan secara efisien dan efektif. 4. Kepemimpinan lebih bersifat hubungan personal yang berpusat pada diri si pemimpin, pengikut dan situasi, sedangkan manajemen bersifat interpersonal dengan masukan input logika, rasio, dana, analistis, dan kuantitatif. Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa diantaranya 1. Menurut Drs. H. Malayu Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan. 2. Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan. 3. Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan. 4. Menurut Lao Tzu, Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain, sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu. 5. Menurut Davis and Filley, Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin. 6. Sedangakn menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah a. Ing Ngarsa Sung Tuladha Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya. b. Ing Madya Mangun Karsa Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya. c. Tut Wuri Handayani Pemimpin harus mampu mendorong orang – orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Ada beberapa pendapat tentang kepemimpinan, seperti 1. Kepemimpinan sebagai titik pusat perubahan, kegiatan, dan proses dari kelompok Cooley 2. Kepemimpinan adalah suatu kepribadian yang mempunyai pengaruh Bingham. 3. Kepemimpinan adalah seni untuk menciptakan kesesuaian faham atau keseiaan, kesepakatan Munson. 4. Kepemimpinan adalah pelaksanaan pengaruh Nash. 5. Kepemimpinan adalah tindakan atau perilaku Hemphill. 6. Kepemimpinan adalah suatu bentuk persuasi Schenk. 7. Kepemimpinan adalah suatu hubungan kekuatan/kekuasaan Janda. 8. Kepemimpinan adalah sarana pencapaian tujuan Cowley 9. Kepemimpinan adalah suatu hasil dari interaksi Bogardus 10. Kepemimpinan adalah peranan yang dipilahkan Gibb 11. Kepemimpinan sebagai inisiasi permulaan dari struktur Smith Variabel-variabel Kepemimpinan 1. Situasi dan kondisi Situasi dan kondisi yang melingkupi kepemimpinan akan mempengaruhi keberhasilan seorang pemimpin. Bahkan situasi dan kondisi ini dapat membentuk seseorang untuk menjadi pemimpin. 2. Pengikut Prmgikut perlu diperhatikan oleh seorang pemimpin, karena mereka dapat mempengaruhi keberhasilan kepemimpinannya. Seorang pemimpin harus mengetahui dan memahami perihal keadaan yang dipimpin. Para pengikut mengikuti pemimpin karena beberapa hal a. Adanya rasa patuh dan taat karena naluri dan nafsu b. Adanya rasa patuh dan taat karena tradisi dan adat c. Adanya rasa patuh dan taat karena agama dan budi nurani d. Adanya rasa patuh dan taat karena akal dan rasio e. Adanya rasa patuh dan taat karena peraturan hukum 3. Pribadi pemimpin Pribadi pemimpin dipandang mempunyai posisi yang strategis dalam suatu kelompok dan bahkan suatu bangsa. Kesuksesan yang dicapai oleh suatu kelompok atau suatu bangsa merupakan buah karya si pemimpin dan sekaligus petunjuk keberhasilan kepemimpinannya. Ordway Tead mengemukakan sifat-sifat seorang pemimpin a. Energi jasmani dan rohani b. Kepastian akan maksud dan arah tujuan c. Entusiasme atau perhatian yang besar d. Ramah tamah, penuh rasa persahabatan dan ketulusan hati e. Integritas atau pribadi yang bulat f. Kecakapan teknis g. Mudah menetapkan keputusan h. Cerdas i. Kecakapan mengajar j. Keyakinan Sementara itu Prof. Arifin Abdulrachman menggolongkan sifat-sifat kepemmimpinan ke dalam tiga golongan a. Sifat-sifat pokok, ialah sifat-sifat dasar yang dimiliki oleh setiap pemimpin. Sifat-sifat pokok ini meliputi adil, suka melindungi pengayom, penuh inisiatif, penuh daya tarik dan penuh kepercayaan kepada diri sendiri b. Sifat-sifat khusus karena pengaruh tempat, yaitu sifat-sifat yang pada pokoknya sesuai dengan kepribadian bangsa. c. Sifat-sifat khusus karena pengaruh dari macam atau golongan pemimpin, seperti misalnya pemimpin partai politik, pemimpin keagamaan, pemimpin sarikat buruh, dll. John D. Millett juga mengemukakan tentang empat hal penting dalam kepemimpinan, yaitu a. Kemampuan melihat organisasi secara keseluruhan menghendaki seorang pemimpin pemerintahan sebagai seseorang generalist, yaitu mengetahui serba sedikit mengenai segala sesuatu b. Kemampuan mengambil keputusan sangat diharapkan dari setiap pemimpin pemerintahan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi c. Kemampuan melimpahkan atau mendelegasikan wewenang. Kepemimpinan baru dikatakan efektif apabila ada kemampuan daripadanya untuk melimpahkan wewenang yang diikuti oleh pihak yang menerima pelimpahan. d. Loyalitas dapat diartikan selalu menanggapi secara baik atas segala bimbingan dan pengarahan yang diberikan oleh pemimpin dan stafnya. Pemimpin jika dialihbahasakan ke bahasa Inggris menjadi Leader, yang mempunyai tugas untuk me-lead anggota disekitarnya. Sedangkan makna Lead adalah a. Loyality, seorang pemimpin harus mampu membagnkitkan loyalitas rekan kerjanya dan memberikan loyalitasnya dalam kebaikan. b. Educate, seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskan tacit knowledge pada rekan-rekannya. c. Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada d. Discipline, memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan dalam setiap aktivitasnya. Tugas Pemimpin, Menurut James Stonen adalah a. Pemimpin bekerja dengan orang lain Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organjsasi sebaik orang diluar organisasi. b. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan akontabilitas Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafhya tanpa kegagalan. c. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif, dan menyelesaikan masalah secara efektif. d. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadf lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lai e. Manajer adalah forcing mediator Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator penengah. f. Pemimpin adalah politisi dan diplomat Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya. g. Pemimpin membuat keputusan yang sulit Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah. Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah a. Peran huhungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi. b. Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara. c. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator. Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu a. Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanakan administrasi dan menyediakan fasilitasnya. b. Fungsi sebagai Top Mnajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb. Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri, tetapi itu tidak memadai apabila ia tidak berhasil menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Dari begitu banyak definisi mengenai pemimpin, dapat penulis simpulkan bahwa Pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta memiliki sifat, sikap, dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang lain. B. Kondisi Kepemimpinan di Indonesia Ada penurunan keteladanan kepemimpinan yang terjadi sekarang. Hal ini cukup beralasan mengingat permasalahan yang terjadi di bangsa ini seperti korupsi, penggunaan kekuasaan untuk kepentingan tertentu, kasus kekerasan dan tindak terororisme dan sampai pada etika anggota dewan yang sangat tidak beralasan menonton video porno saat sidang berlangsung, hal ini sungguh menampar wajah bangsa. Kejadian seperti ini seperti tidak kunjung usai untuk segera dituntaskan. Ditambah lagi mulai semakin maraknya aksi-aksi demo menolak kepemimpinan yang terjadi akhir-akhir ini semakin memperkuat indikasi bahwa ada sesuatu yang tidak diinginkan masyarakat dari sosok seorang pemimpin. Statement-statment mengenai “krisis kepercayaan” yang mulai berkembang di masyarakat mulai diangkat dalam diskusi-diskusi yang dilakukan stasiun televisi. Lagi-lagi ini memperkuat bahwa krisis kepemimpinan mulai menjadi eforia gunung es yang sewaktu-waktu akan meledak dan akan menimbulkan terulangnya kembali reformasi yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Peristiwa ini masih merupakan sekelumit masalah yang sebenarnya masih banyak terjadi di dalam masyarakat dan tentu dibutuhkan sosok seorang pemimpin yang berani, tegas dan bijaksana untuk menyelesaikannya. masalah yang terjadi dalam dinamika kepemimpinan kita saat ini. Dimana orang-orang merasa bahwa mereka adalah seorang pemimpin dan mampu memimpin. Pemimpin-pemimpin “karbit” kerap bermunculan ke panggung politik. Partai tidak lagi menjadi proses pendidikan untuk menjadi pemimpin, partai hanya dijadikan kendaraan politik semata dengan uang sebagai motor penggeraknya. Tidak jarang juga kepopuleran menjadi indikator penting sebagai salah satu yang dipaksakan. Permasalahan lain dari kepemimpinan kita adalah kurang tegas dalam memimpin sehingga masyarakat menjadi bingung dengan pola kepemimpinan yang berkembang. Ditambah lagi dengan bumbu-bumbu politik pencitraan yang menjadi landasan dalam bertindak. Sehingga jika permasalahan muncul membutuhkan waktu yang sangat lama untuk segera diantisipasi dan ditanggulangi. Hal-hal lain yang juga mulai berkembang yaitu paradigma berpikir tentang seorang pemimpin. Kecenderungan yang terjadi dalam pola kepemimpinan kita adalah menganggap dirinya sebagai “raja” yang harus disembah dan dipuja-puja. Ketika para pemimpin datang berkunjung maka blokade-blokade jalan dilakukan dengan dalih pengamanan yang bisa dianggap terlalu berlebihan. Selain itu, tantangan terberat bagi seorang pemimpin, menurut Locke adalah menanamkan visi yang sudah dikembangkan kepada anggota organisasi. Ini merupakan hal esensial yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin kepada anggota-anggotanya sehingga segenap anggota dapat mengerti dan memahami visi yang menjadi tujuan organisasi atau perusahaan yang mereka ikuti. Dengan mengetahui visi maka segenap tindakan para anggota menuju ke arah tercapainya visi tersebut. Tidak hanya itu, pemimpin mempunyai kewajiban lain yaitu menghidupkan dan memberi energi pada visi agar dapat menjadi roh seluruh anggota organisasi C. Kriteria Pemimpin Masa Depan Menurut Peter. F. Drucker seorang pemimpin efektif mempunyai paling tidak ciri-ciri utama seperti berikut, yaitu 1. seorang pemimpin harus mempunyai pengikut, kemudian dia bisa muncul sebagai pemikir besar atau seorang nabi; 2. seorang pemimpin yang efektif bukanlah orang yang dicintai atau dikagumi, tetapi adalah orang yang mampu menggugah pengikutnya melakukan hal-hal besar, karena tujuan seorang pemimpin adalah bukan mencapai popularitas melainkan mencapai atau menghasilkan sesuatu; 3. seorang pemimpin harus melakukan tindakan yang nyata dalam artian memberi keteladanan; 4. seorang pemimpin tidak akan menjadikan kepemimpinannya menjadi sesuatu yang berorientasi pada jabatan, hak istimewa, gelar, atau pun uang, karena pemimpin dan kepemimpinan adalah tanggung jawab. Maka dari itu, masih kata Peter F. Drucker, seorang pemim­pin yang efektif, tanpa memperhatikan kepribadian, gaya, kemam­puan, maupun minatnya, seorang pemimpin yang efektif mempunyai cara kerja yang kurang lebih sama, yang jika dikristalisasikan dapat dituliskan seperti berikut 1. seorang pemimpin tidak memulai dengan pertanyaan "Apa yang saya inginkan?" tetapi selalu akan mulai dengan pertanyaan "Apa yang perlu dikerjakan?"; 2. berikutnya seorang pemimpin akan bertanya "Apa yang dapat dan harus saya lakukan untuk membuat adanya perbedaan?" untuk menun­jukkan bahwa pada titik inilah dia mempunyai kemampuan dan ke­kuatan yang dapat diandalkan; 3. seorang pemimpin akan senantia­sa bertanya "Apa misi dan sasaran organisasi?" dalam bingkai pemikiran apa saja yang menentukan kinerja dan hasil suatu or­ganisasi; 4. seorang pemimpin mempunyai tenggang rasa yang tinggi terhadap perbedaan pada setiap orang dan dia tidak mencari orang yang mirip dengan dirinya semata untuk diajak bekerja sama, atau dengan kata lain mereka jarang bertanya "Apakah saya suka atau tidak suka kepada seseorang?", tetapi ketika menyangkut masalah prestasi, standar, dan nilai seseorang, pemimpin yang efektif biasanya sangat tidak toleran; 5. seorang pemimpin yang efektif tidak takut pada kelebihan yang dimiliki rekan-rekan sekerja mereka, bahkan mereka menyukai kelebihan tersebut; 6. seorang pemimpin yang efektif selalu berhasil bertahan terha­dap godaan dan rayuan untuk mengerjakan hal-hal yang populer dan bukannya hal-hal yang tepat, serta biasanya lebih suka memilih menyelesaikan pekerjaan yang kecil, sedang-sedang, atau sederha­na, daripada berusaha menyelesaikan pekerjaan besar yang sering­kali hanya merupakan angan-angan kosong berbingkai popularitas. Pemimpin Sejati Empat Kriteria Pemimpin Sejati yaitu 1. Visioner Punyai tujuan pasti dan jelas serta tahu kemana akan membawa para pengikutnya. Tujuan Hidup Anda adalah Poros Hidup Anda. Andy Stanley dalam bukunya Visioneering, melihat pemimpin yang punya visi dan arah yang jelas, kemungkinan berhasil/sukses lebih besar daripada mereka yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan. 2. Sukses Bersama Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk sukses bersamanya. Pemimpin sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bag dirinya sendiri, namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama. 3. Mau Terus Menerus Belajar dan Diajar Teachable and Learn continuous Banyak hal yang harus dipela ari oleh seorang pemimpin jika ia mau terus survive sebagai pemimpin dan dihargai oleh para pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik oleh pemimpin lain ataupun bawahan dan belajar dari pengalaman-diri dan orang-orang lain adalah penting bagi seorang Pemimpin. Memperlengkapi diri dengan buku-buku bermutu dan bacaan/bahan yang positif juga bergaul akrab dengan para Pemimpin akan mendorong Skill kepemimpinan akan meningkat. 4. Mempersiapkan Calon-calon Pemimpin Masa depan Pemimpin Sejati bukanlah orang yang hanya menikmati dan melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat disebut seorang Pemimpin Sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin sejati pasti dikatakan Sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin muda lainnya. Kriteria Pemimpin Indonesia Masa Depan 1. Pertama, seorang pemimpin yang hendak dipilih adalah seorang elite politik yang memiliki tanggung jawab besar, haruslah memiliki pengetahuan yang luas. Unsur ini sangat penting di masa kini. Mengapa demikian? Agar dapat berubah lebih cepat dalam persaingan yang ketat dan cepat dimana lingkungan yang sangat tidak pasti untuk ke depan, pemimpin harus mampu berfungsi sebagai katalis dalam problem solving, toleran terhadap resiko, berfikir dalam gambaran keseluruhan dengan keahlian teknis yang menonjol, fokus dalam mengembangkan hal-hal yang tidak terukur, memiliki keterampilan non teknis dan pengetahuan lintas fungsi/antar disiplin seperti matematika, logika, sejarah, filsafat, sastra dan bahasa asing serta disiplin ilmu lainnya. 2. Kedua, pemimpin harus memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan informasi dengan baik dan mengkomunikasikannya dengan jelas, singkat, dan persuasif, keterampilan untuk menganalisis informasi yang kompleks sampai membuat keputusan yang tepat berdasarkan pendekatan secara logis. Biasanya seorang pemimpin akan mencari solusi atau jawaban yang terbaik, bukan jawaban yang ingin kebanyakan didengar oleh bawahan. 3. Ketiga, seorang pemimpin yang hebat biasanya juga “knowledge worker” yang seringkali memiliki pengetahuan antardisiplin dan memiliki pengalaman, serta secara bersamaan menerapkan pengetahuan yang berasal dari beberapa bidang untuk memecahkan masalah. Mereka seringkali dapat mengkombinasikan pengetahuan yang berbeda-beda, seperti bisnis dan teknologi. Keempat, adalah seorang pemimpin masa depan juga harus mengerti visi organisasi yang spesifik dan berperan untuk bisa melihat dan merespon kebutuhan masyarakat. BAB III PENUTUP A. Simpulan Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Ada penurunan keteladanan kepemimpinan yang terjadi sekarang. Hal ini cukup beralasan mengingat permasalahan yang terjadi di bangsa ini seperti korupsi, penggunaan kekuasaan untuk kepentingan tertentu, kasus kekerasan dan tindak terororisme dan sampai pada etika anggota dewan yang sangat tidak beralasan menonton video porno saat sidang berlangsung, hal ini sangguh menampar wajah bangsa. Pemimpin Indonesia masa depan adalah harus Pertama, pemimpin harus punya integritas. Bukanya kita selalu selalu mengatakan, paling enak berhubungan dengan orang yang memiliki integritas. Kedua, pemimpin harus mengakui akan adanya perbedaan dan keanekaragaman bangsa kita. Dengan demikian, pemimpin masa depan negeri ini mampu mengelola segala perbedaan budaya, latar belakang suku dan agama, serta kepentingan seluruh elemen bangsa ini lalu mengubahnya menjadi peluang dan kelebihan. Jadi pemimpin masa depan adalah pemimpin ang berpikiran terbuka open minded. B. Saran Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin diri sendiri. Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin. DAFTAR PUSTAKA Clark, Evelyn. 2007. Bagaimana Para Pemimpin Besar Menggunakan Cerita Untuk Meningkatkan Kesuksesan. Jakarta PT. Gramedia Pustaka Utama. Pamudji, S. 1986. Kepemimpinan Pemerintahan Indonesia. Jakarta PT. Bina Aksara. Purwanto, M. Ngalim. 1991. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung Remaja Rosdakarya. Robbins, Stephen P. 2002. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta Erlangga. Soekanto, Soerjono. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta PT. Raja Grafindo Persada. Suyanto, M. 2005. Smart In Leadership Belajar dari Kesuksesan Pemimpin Top Dunia. Yogyakarta Penerbit ANDI Yogyakarta. -. 2006. Revolusi Organisasi dengan memberdayakan Kecerdasan Spiritual. Yogyakarta Penerbit ANDi Yogyakarta. Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta Rajawali Pers. SURABAYA, – Saat ini, Indonesia dan seluruh negara lain di dunia telah memasuki era revolusi industri Era yang ditandai dengan pemanfaatan robot pada sektor industri. Tak hanya itu, di era ini pun muncul Internet of Things IoT, big data, artificial intelligence, dan berbagai teknologi satu sisi perkembangan teknologi itu bermanfaat bagi keberlanjutan sektor industri. Sebaliknya, revolusi industri dapat menghilangkan banyak jenis pekerjaan. Agar tidak terdampak tersebut, setiap individu, termasuk generasi muda, sebaiknya membekali diri mereka dengan future skill. Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma menjelaskan, future skill adalah kemampuan untuk beradaptasi dan mencapai sebuah prestasi dalam situasi yang kompleks dan cepat berubah. Adapun future skill terdiri dari dua jenis, yakni hard skill atau ilmu yag dipelajari lewat pendidikan formal. Selain itu, soft skill atau keterampilan lunak yang biasanya didapatkan di luar pendidikan formal. Salah satu soft skill yang perlu dikembangkan sebagai bekal untuk menghadapi perubahan yang dibawa revolusi industri adalah leadership atau kepemimpinan. Galuh mengatakan, leader adalah seseorang yang mampu membawa pengikutnya ke masa depan yang lebih baik. Lalu, apa yang dibutuhkan dan harus dilakukan seorang leader untuk mencapai masa depan lebih baik? Pentingnya visi Menurut Galuh, di masa mendatang dibutuhkan pemimpin yang memiliki visi serta grit atau kegigihan untuk mewujudkan visinya tersebut. Visi adalah deskripsi atau gambaran tentang masa depan lebih baik yang dimiliki oleh setiap leader atau pemimpin untuk kelompoknya. Dengan kata lain, visi merupakan sesuatu yang ingin dicapai dikemudian hari. Galuh mengungkapkan, visi dapat diibaratkan sebagai penunjuk jalan untuk bisa sampai ketempat tujuan. “Misalnya, ketika seseorang mendapat rintangan di tengah-tengah perjalanannya, visi dapat membimbingnya terus mencari jalan keluar untuk sampai ketujuan. Entah harus belok ke kiri, kanan, atau mengambil jalan berputar,” terang dia. Namun demikian, merumuskan visi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Terdapat dua komponen yang harus seorang pemimpin miliki sebelum menciptakan visi yang baik. “Komponen pertama itu ada core ideology yang terdiri dari core value dan core purpose. Lalu yang kedua itu visionary goal,” terang Galuh di acara Leadership Development Djarum Beasiswa Plus 2019/2020, di Hotel Harris Gubeng, Surabaya, Minggu 9/2/2020. Ia menerangkan, core value merupakan prinsip hidup yang akan terus dipegang teguh oleh setiap pemimpin apapun yang terjadi. Prinsip ini bisa bermacam-macam. Contohnya, selalu berlaku jujur dalam segala situasi. Kemudian, core purpose adalah tujuan inti atau alasan mengapa individu ada dan hidup di Galuh, tujuan itu tidak mungkin bisa 100 persen diraih. Namun demikian, tujuan ini jugalah yang akan terus diperjuangkan dan membuat setiap pemimpin terus bergerak ke arah lebih baik. Komponen terakhir adalah visionary goal. Menurut perempuan berusia 25 tahun itu, visionary goal merupakan tujuan apa yang ingin dicapai. Tujuan itu, ia melanjutkan, dapat diimajinasikan oleh siapa saja, mudah dikomunikasikan, membutuhkan 10-15 tahun untuk dicapai, dan menantang. “Menantang di sini maksudnya, hal yang menimbulkan rasa ragu apakah kita dapat menaklukannya atau tidak. Namun, di satu sisi, kita terus memacu diri untuk bisa menaklukan tantangan tersebut di masa mendatang,” kata dia. Galuh melanjutnya, kemampuan untuk terus gigih berjuang mewujudkan visi itulah yang dinamakan grit. Bahkan, grit bisa menjadi indikator kesuksesan seseorang yang lebih baik dari talenta atau skill kemampuan. DEA WIDIARINI Salah satu Beswan Djarum, Theodorus Bima saat menjelaskan visi yang dirancangnya di acara Leadership Development, Djarum Beasiswa Plus batch IV angkatan 2019/2020, yang diselenggarakan di Hotel Harris, Gubeng, Surabaya, 9-12 Februari 2020. “Kita sering mendengar kalau talenta itu menjamin kesuksesan. Padahal, kesuksesan seseorang belum tentu berhubungan dengan talenta atau skill, melainkan pada usaha yang dilakukan,” terang perempuan berambut panjang itu. Talenta dan skill yang ditambah dengan usaha serta kerja keras, niscaya akan menghasilkan kesuksesan. Tak hanya itu, grit juga datang dari passion dan tujuan untuk mencapai visionary goal. Untuk memiliki grit memang tidak mudah, namun bisa dilatih. Caranya dengan terus melatih growth mindset atau keinginan untuk terus belajar. Hal-hal itulah yang ingin Djarum Foundation tanamkan kepada para penerima beasiswa Djarum Beasiswa Plus, yang biasa disebut Beswan Djarum. Dalam acara Leadership Development itu, para Beswan Djarum tampak sangat antusias mempelajari apa itu visi dan cara mewujudkannya. Bahkan, mereka dengan semangat mencoba merumuskan visi mereka sendiri sesuai dengan materi yang diberikan Galuh. Salah satunya, Ni Putu Rila Aristariana 22, mahasiswi asal Universitas Warmadewa, Bali. Perempuan berkaca mata ini mengaku mendapat sudut pandang baru tentang apa itu visi. “Awalnya saya tahu arti visi itu apa, tapi tidak pernah tahu ternyata visi yang benar itu seperti apa. Contohnya, saat membuat visionary goal itu kan kita harus tahu deadline-nya kapan. Harus punya imajinasi dan kemampuan yang mumpuni buat mencapai visinya itu,” ujar Rila. Sebagai informasi, Djarum Beasiswa Plus merupakan wujud peran aktif Djarum Foundation dalam memajukan pendidikan Indonesia melalui program beasiswa prestasi. Selain mendapatkan dana pendidikan selama satu tahun, para Beswan Djarum juga mendapatkan berbagai macam pelatihan soft skill atau keterampilan lunak. Pelatihan tersebut meliputi, Character Building, Leadership Development Competition Challenges, International Exposure, serta Nation Building. Tujuan pelatihan itu, yakni menyerasikan hard skill dari perguruan tinggi dengan berbagai keterampilan lunak. Dengan pelatihan tersebut, para Beswan Djarum diharapkan dapat menjadi pemimpin masa depan bangsa yang cakap secara intelegensia maupun emosional. - Bagi seorang pemuda termasuk mahasiswa, ada banyak cara untuk menjadi pemimpin. Salah satunya memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan ide-ide kreatif. Apalagi pemuda dari wilayah Indonesia Timur juga harus mampu bersaing dan memanfaatkan potensi wilayahnya untuk dikembangkan lebih baik lagi. Dengan harapan ada pemerataan di seluruh wilayah "Lokalate Ngopinspirasi Campus Summit Indonesia Timur" atau Festival Kampus Indonesia Timur secara daring, Jumat 14/1/2022 menghadirkan dua narasumber yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf Sandiaga Uno serta Mardi Wu selaku CEO PT Nutrifood Indonesia. Baca juga Sandiaga Uno Apresiasi Aplikasi Dukung Desa Wisata Karya UAJY-Ukrim Kreativitas itu penting Narasumber pertama, Mardi Wu menjelaskan bahwa kreativitas itu sangat penting terlebih di era serba digital dengan perubahan yang begitu cepat. "Perubahan cepat itu jadi kesempatan untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain. Harapannya ke depan di Indonesia ada pemerataan," bagi mahasiswa Indonesia Timur juga diharapkan memanfaatkan teknologi digital untuk bisa mendapatkan ilmu lebih banyak lagi. Apalagi dapat menangkap peluang dengan ide kreatif. Menurut Mardi Wu, para mahasiswa yang ikut Festival Kampus Indonesia Timur ini adalah calon pemimpin masa depan. Untuk itu membutuhkan tips agar mampu menangkap peluang tersebut, dengan 1. Mampu mendorong keterbukaan Menurut dia, seorang mahasiswa harus dapat memiliki pemikiran yang terbuka, mau mendengarkan ide baru dan mendobrak cara berpikir kreatif. "Mahasiswa harus terbiasa untuk bertanya kenapa tidak boleh? Jadi tidak hanya mencari solusi saja, tapi bisa menyelesaikan masalah dengan cara atau ide kreatif lainnya," terang Mardi. Baca juga Selama 2021, Mahasiswa Unhas Raih 28 Juara di Ajang Internasional

pelajar calon pemimpin masa depan